Panic Attack!

Today I received a package from my scholarship provider, StuNed. Inside, there were things to acquaint us more to Holland, such as a map, booklets, CDs and books. One of the book is titled “Are You Ready?” It talks about Holland, the education system, as well as the experience of the recipient of StuNed’s scholarship in dealing with the culture shock.

Reading all the stories there, including the one written by my lecturer who was a Holland Alumnus – made my stomach felt funny. My hands became cold and clammy. I’m nervous! I knew my lecturer as an independent person, a tough woman. Was it mere an exaggeration when she said that during the first few months she actually booked a flight home because she couldn’t handle the pressure?

I know I should be grateful for getting this opportunity, but I can’t help but thinking, should I just let go of this opportunity while I’m still here in Indonesia? Aaarghhhh!!! Nooooo….. I’m having a panic attack!

It’s especially challenging for me to leave my hometown because I’ve been living here most of the time. This is where I have all my friends and family. The longest time that I spent outside my hometown was only about 6 months, when I did my internship in Bandung. Ohhh…. but I also knew that I have to take this opportunity, because it’s something that I’ve been dreaming of and I’m not a coward!

And also,  I guess I’m stressed out because before the departure I wanted to spent as much time possible with my family, friends, and dogs, doing things that I love doing… but I also need to do lots of preparation things. How can I squeeze everything in within this short period of time?

Well, at the end of the day I found out that the best way to deal with all these panic attacks is to take a deep breath, drink a warm tea, pray, and just STOP THINKING!!

I think that reading other people’s experience is good in the sense that it tells you that it is normal to feel uprooted in the beginning. But I have decided that if it’s just going to give me panic attack like this, probably the best way to deal with it is by avoiding reading it in the first place! All the horrible things that they’ve gone through may or may not happen to you anyway…. c’est la vie!

As for now, I’ll just cross my fingers and hope for the best. God takes care of birds in the sky, I know He will take care of me too. So help me, God!

5 thoughts on “Panic Attack!

  1. Hi Lily,

    Senang bisa membaca apa yang kamu tulis. Tidak banyak yang bisa saya share tapi satu hal yang pasti selama kita selalu mengandalkan Tuhan tidak ada yang mustahil. Tuhan pasti selalu memberikan yang terbaik. Saya benar-benar bisa merasakan itu selama study terlebih pada saat ini di Adelaide. Saat kamu menulis tentang bagaimana Tuhan memelihara Burung2, saya makin senang karena saya juga selalu memikirkan itu untuk memotivasi my self selama di sini (setidaknya bukan cuman saya yang memikirkan itu). Pada saat meluangkan waktu memberi mereka makan (sebagai obat homesick) saya selalu berkata dalam hati betapa beruntungnya saya dengan apa yang Tuhan berikan. Saya mendapatkan jauh lebih banyak dari burung-burung itu. Tapi mengapa saya harus selalu merasa cemas dan khawatir akan hari-hari esok. Jika burung saja yang tidak pernah menanam dan menumpuk makanannya bisa hidup dan bermain dengan tenang dan ceria, mengapa saya tidak bisa. Begitu sering saya merasa down di sini namun saya bersyukur karena dengan itu saya bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk Tuhan. Melupakan sementara semua keegoan dan mengintrospeksi diri. Saya bersyukur karena dengan melakukan itu, semua permasalahan dengan project dan tugas bisa terpecahkan. Tuhan tidak akan pernah mengecewakan kita selama kita terus mengandalkan-Nya, terkadang hanyalah soal waktu, tapi pada akhirnya kita pasti mendapatkan yang terbaik. Saya yakin, Lily pasti berhasil mengatasi semuanya dengan baik.

  2. Wah koko kobo… kau ternyata begitu bijaksana dan menghibur, hehe… Thanks a lot 4 the encouragement, i really need that. Means a lot. Jangan bosan kasih positive thoughts kayak begini ya kalo masa2 downnya kita dtg lagi, hehe… God speed!

  3. Erghh… Chrysant.. erghh.. how to start yak^^ pusing neh baca ceritanya.. hihi. tapi asik juga.. but my suggestion, next time, pake space gih biar asikk.. hehe.. well but that’s a great story loh.. iya sih.. everybody feels the same way kok.. jadi dun you worrie lah.. first experience ke abroad pasti bikin pusing, tapi disitulah asikknyaa… hehe..

    oh well, soal put pictures.. gampang seh.. mas gih nulis blog, di bagian atas ada gambar yang link ke insert image.. tinggal gampang gitu.. as a matter of fact, blogs kamu yang belon pake foto tapi dah dipublish masih bisa di insert image nya.. hehe

    weell that’s all for nw..

    Enjoy Europe ^^

  4. Sebagian diriku adalah dirimu…
    Segenap kombinasi asam amino yang membentuk struktur DNA kita…
    We’re sister.
    Jika aku menengok ke belakang, aku sudah stress bahkan sebelum aku berangkat ke Oz. Segenap perasaan cemas, ketidakpastian, takut, dan lain lain yang memuncak waktu aku menghabiskan 6 minggu di Denpasar. Padahal orang-orang melihatku sebagai orang yang independen dan berani, dan demikian juga menurutku. Aku mencoba menghilangkan perasaan itu, menguasainya, dan kembali jadi diriku dengan sekuat tenaga. Tapi tidak bisa, dan aku jadi lebih stress karenanya
    (mungkin lengkapnya akan kutuliskan di blog-ku biar lengkap…)
    Sekarang, aku merasa bisa melihat lebih jelas tentang keadaanku itu. Aku seharusnya tak perlu repot-repot mengubah perasaanku dan pikiranku… karena itu semua adalah sebuah proses yang terjadi pada setiap orang, dengan porsi yang berbeda beda. AKu pikir, mungkin yang lebih baik yang bisa kita lakukan adalah mengetahui bahwa kita ada dalam proses itu… mengetahui efek-efek yang terjadi dengan diri kita, berkenalan dengan mereka, menjadi akrab, dan tidak memaksakan diri membunuh mereka ataupun justru menjadi takluk akan mereka. Mereka, efek2… gejala2…baik thoughts; feelings and behaviour… akan selalu ada di sana, menjadi bagian dari proses itu. Aku percaya akan lebih mudah untuk kita bila kita punya kesadaran bahwa kita akan melewati proses itu bersama mereka, dan seaneh apapun mahluk-mahluk yang berupa your thoughts, feelings, and behaviour, kita tidak pernah menjadi terlalu aneh atau gila karenanya. Mereka, dan kita, adalah senormal yang kita rasakan. Semuanya adalah hasil dari bagaimana kita memandang dunia dan diri kita- yang sering jauh berbeda dari ‘kita yang sebenarnya’-
    yang memang demikianlah selalu terjadi disetiap perjalanan kita menapaki sebuah jalan yang bernama proses.
    Wie, nda bingo baca ini tulisan? hehehe. Yang pasti aku ingin bilang, bahwa torang manusia yang lemah, yang juga punya natur untuk khawatir. However, torang punya sumber kekuatan dan penghiburan, yang justru akan torang kenal semakin dekat secara pribadi bila torang lagi lemah. Semakin torang lemah, semakin torang bergantung padaNya, dan semakin keindahanNya terlihat. Just remember, my dearly sister, di setiap jalan yang akan kau tapaki, termasuk jalan yang bernama proses itu, jika kau melihat kebelakangmu, kau akan melihat bekas tapak kakiNya di samping bekas tapak kakimu. Dan sering, kau hanya akan melihat sepasang footprints… His footprints.

  5. wei,,,,
    kita bingo, ntau mo tulis apa. btw, qt setuju dg mb as da blg ttg footprints, itu le di ktbhkan wkt di grj baru2. mar mmg qt jg pernah baca ( mar ntau ta pernah kse ato nda). tapi intinya yah itulah pedomanlah pada footprints. pokoknya footprints deh. pokoknya disitu tuh dah menjelaskan mksdku. yang pasti seperti ia blg dulu2, pokoknya qta hrs terbuka deh, tau kan maksudnya, jgn seperti ia yang dulu, pasti ga bakalan berkembang deh. trus jgn suka dgr2 apa yang jelek deh ( apa kang qt da tulis ini), tapi apalah yang ku tulis yang penting aku mengerti n kamu mengerti yah pasti ngerti. hehehe…
    cm betul komang ini, sebenarnya, qta malas mo baca, krn talalu pjg. akhirnya ia baca aja asal klik gt lho, akhirnya baca ini deh, dari pada baca poem. sedangkan cerita buta2, apalagi poem lebe buta2 kasiang. maklum buta poem, ga ngerti. tapi spy lily nda mangamu ya baca jo no. akhirnya baca ini deh. (so pjg sto kang), pokoknya itu deh depe inti. hidup footprints…. thx testi nya ia so baca… “, ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s